Atau sedang 'badmood'.?
Atau 'mood' nya sedang bagus.?
Begitulah manusia dengan segala pikiran dan perasaan yang dimilikinya. Jika seseorang yang biasa mengekspresikan perasaannya, perbedaan kondisi saat ia sedang badmood atau goodmood pasti bisa terlihat. Entah diekspresikan dengan cara apapun. Tapi jika seseorang yang datar-datar saja, jelas tidak ada perbedaan berarti saat sedang ber'mood' apapun. Aneh ya bahasa nya. haha. Yasudah lanjut.
Saya punya beberapa sample tentang ekspresi mood seseorang. Ada seorang dosen di kampus saya yang terkenal dengan pembimbing 'moody'. Kenapa. Karena saat membimbing mahasiswa yang sedang KP atau TA, tingkat kesulitannya dipengaruhi oleh mood si dosen. Jika mood nya sedang bagus, dia akan membolak-balik laporan mahasiswanya sambil tersenyum dan memberi saran-saran yang baik dengan ramah, dia pun akan lebih banyak toleransi dengan kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh mahasiswanya. Tapi, kalau mood nya sedang buruk. Ah, tidak tega melihat mahasiswa bimbingannya, kadang laporan dicorat-coret sesukanya, diceramahi panjang lebar, tidak terlihat senyum manisnya sedikitpun (yang ini berlebihan), revisi yang baru saja diselesaikan dalam sekejap bisa jadi revisi kuadrat lagi dari si dosen. Kalau mahasiswa yang sedang sial, yaitu saat seminar diuji oleh si dosen yang sedang badmood, pernah ada laporan yang dirobek-robek di depan dosen penguji lain. MENYEDIHKAN. hha. Makanya jangan berani-beraninya bimbingan saat mood nya sedang buruk. :p
Satu lagi sample, dari saya sendiri sih. hha. Saya termasuk 'manusia aneh' yang mudah terbawa suasana hati. Kalo lagi senang, rasanya ingin tertawa, tersenyum sepanjang hari, menari-nari di tengah jalan (yang ini juga berlebihan). Ingin membagi kebahagiaan dengan semua orang dan ga mau buat orang lain sedih. That's good. Tapi, kalo sedang sedih/bete/kesel entah karena hal apapun bahkan hal-hal kecil sekalipun pasti sangat terlihat. Biasanya kalo diajak ngomong suka ga nyambung, trus jadi jutek, ekspresi muka gabisa senyum walaupun berusaha maksain buat sok-sok gembira. hhe. Dan juga jadi melihat orang-orang di sekitar kita sepertinya menyebalkan sekali saat itu. Kasian ya. Tapi teman-teman terdekat saya sudah mengerti bagaimana cara memperlakukan saya kalo mood nya sedang tidak bagus. :D
Jika sedang badmood tapi harus ada pekerjaan yang harus segera diselesaikan dengan mood baik, biasanya saya punya beberapa alternatif untuk menghilangkannya dengan cara paksaan/instan. hha.
Siapa tau cocok juga untuk orang-orang yang ingin menghilangkan badmood nya.
1. Makan / Minum Coklat
Entah kenapa 1 batang coklat silverqueen isi kacang mede (biasanya beli itu) atau segelas coklat hangat bisa me-relaks-kan hati. Menurut hasil penelitian yang dilakukan The British Journal of
Psychiatry, hampir separuh jumlah orang yang sedang depresi akan
merasakan keinginan untuk makan coklat. Ajaibnya, semua mengaku merasa
lebih baik setelah ngidam coklat tersebut dipenuhi (percaya ga percaya).
2. Menyanyikan lagu-lagu bahagia
Menyanyikan lho ya, jangan hanya mendengarkan. Biasanya lagu selalu punya pesan tersendiri, entah memberi semangat atau membahagiakan. Hanya perlu dinyanyikan, pasti ga sadar tiba-tiba kita ikut bahagia selesai menyanyikan lagu-lagu yang asik. Ya boleh pilih sendiri lah judulnya sesuai selera. Asik koq. :D
3. Membaca Al-Qur'an
Ini resep paling jitu sebagai obat hati sejak zaman dahulu kala. "(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingat ALLAH hatimu akan menjadi tenang." (Q.S Ar-Ra'ad : 28)
Dia lah yang bisa membolak-balikkan hati manusia. Tiada yang lain. Jika sedih, mintalah pada-Nya kebahagiaan dan ketenangan. Tapi karena kita belum faham betul bahasa arab, jadi baca Qu'an nya juga harus sambil baca artinya. Dijamin kalo baca Qur'annya khusyuk, hati kita jadi tenang deh. :)
Kalo saya sendiri suka membaca surat Ar-Rahman. Entah menurut saya itu surat cinta luar biasa yang ALLAH kirim buat kita. Indah banget. Ciri khas surah ini adalah kalimat berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan wahai jin dan manusia?) yang terletak di akhir setiap ayat yang menjelaskan nikmat Allah yang diberikan kepada manusia.
Keren kan.?
Yah begitulah sekedar cerita tentang ekspresi dan perubahan mood seseorang. Dan itu naluriah karena hidup kita ga akan selamanya bahagia terus. Tapi pinter-pinter kita aja menyikapinya. Kalo saya sendiri masih suka labil kalo lagi diserang badmood. Entahlah. Semoga tidak membuat sedih siapapun.
Semoga Bermanfaat.



Good Posting, Sista...;)
BalasHapusTapi ngomong-ngomong tentang mood, saya seringkali berpikir bahwa orang yang menganggap dirinya "moody" adalah orang-orang yang suka menutupi kemalasannya, kegengsiannya, atau sifat-sifat buruk yang dia miliki dengan mengatakan bahwa dia orang dengan tipe "moody" (tergantung mood). Padahal kalau mau sedikit mencermati, semua orang pun pasti dalam melakukan segala aktivitas terpengaruh dengan yang namanya mood, termasuk saya. Jadi kalau menurut saya sih yang membedakan itu bukan karena dia "moody" atau bukan "moody", melainkan seberapa cerdaskah dia dalam mengelola moodnya...:)
Wah cerdas. Terimakasih Bahtera Muhammad Adi ^^
BalasHapusKapan-kapan berkunjung lagi ya :)