Orang yang menyakitimu adalah orang yang “dipinjam” untuk membentuk kedewasaanmu.
Bila kamu membencinya berarti kamu menolak rencana pendewasaanmu yang telah dirancang Tuhan untukmu.
Jika tidak melalui dia, tetap akan melalui orang lain. Artinya, bila bukan dia yang menyakitimu, tetap akan melalui orang lain yang akan menyakitimu. Proses pembentukan jiwa tetap harus terjadi. Kamu harus tetap dewasa.
Untuk menjadi dewasa tidak bisa hanya hasil dari harapan, tetapi hasil dari proses pembentukan. Dibentuk dari rasa sakit.
Tanpa kamu sadari, kamu pun sering “dipinjam” untuk menyakiti orang lain untuk membentuk dia.
Dan ketika dia membencimu, itu sama dengan dia menolak proses pendewasaanya.
Bukan berarti kamu boleh dengan sengaja menyakiti orang lain. Ketika kamu “dipinjam” untuk “menyakiti” orang lain bentuknya berupa kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja.
Nah, untuk itulah kamu “dipinjam” oleh kehidupan untuk membentuk orang itu.
Tanpa melalui kamu pun, tetap akan melalui orang lain, dia tetap harus “tersakiti” untuk dibentuk menjadi dewasa.
Berterima kasihlah pada orang-orang yang telah menyakitimu. Mereka mendewasakanmu!
(dikutip dengan beberapa perubahan dari buku Pemulihan Jiwa 2 karya Dedy Susanto)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar