Di suatu sore hari, saya
bermaksud ingin berpamitan dengan teman-teman pengajar di rumah belajar ‘Sahabat
Tenggang, Semarang’. Bukan hanya kepada para pengajar, tapi juga kepada
anak-anak didik yang selama ini sudah seperti keluarga sendiri. Jika kepala
sedang penat atau banyak masalah, saat bertemu dengan mereka itu rasanya dingin
lagi, sejuk lagi, gembira lagi. Bagaimana tidak, akhir-akhir ini saya memang
sudah tidak intensif mengajar disana karena sedang mengurus hal lain yang
sedang menjadi prioritas. Jadi setiap kali saya kesana, ada beberapa anak yang
selalu menyambut saya ketika datang. Namanya Kusi, Rico, dan Rahma. Jika melihat
saya dari kejauhan, mereka langsung berlari, teriak-teriak “Ka Mela.... Ka
Mela... Ka Mela...”, lalu tiba-tiba memeluk saya erat-erat seperti rindu luar
biasa. Ah, pelukan kalian menghangatkan sekali. Bukan hanya itu, waktu saya ingin
pulang dari rumah belajar, mereka pasti kasih oleh-oleh buat saya.
Waktu itu mereka kasih saya gorengan
dan beberapa lauk. Sederhana memang, tapi yang bikin terharu saat mereka bilang
“Ini dimakan ya kak, kita bikin sendiri lho buat ka mela. Abisnya sombong
banget jarang dateng kesini lagi.” Speachless, gatau itu bener mereka bikin
sendiri atau enggak tapi usaha mereka itu yang bikin takjub. Ada lagi di suatu
hari saya datang kesana, mereka tiba-tiba nyuruh saya tutup mata (kayak mau
kasih surprise, padahal saya lagi ga ulangtahun). Tiba-tiba mereka kasih kotak
kecil berbungkus kertas kado. Isinya adalah bros dan kunciran, setelah itu
mereka kasih lagi beberapa kertas bergambar kartun. Ucap mereka lagi “ini bukan
gambar kita kak, tapi kita ngewarnain sendiri, buat kenang-kenangan ka mela. Disimpen
ya.” Sampai sekarang masih saya simpan gambar-gambar cantik doraemon,
sailormoon, ipin upin khas warna anak-anak SD.
Ini adalah cerita terakhir yang paling bikin saya kangen sama mereka. Saat itu saya bermaksud ingin berpamitan karna 2 hari lagi saya akan pulang ke Bekasi dan tidak tinggal di Semarang lagi. Jadi besar kemungkinan saya tidak bisa mengajar mereka lagi, jika saya tidak sedang ada urusan di Semarang. Saya bilang bahwa tidak bisa mengajar lagi karna harus pulang ke Bekasi. Rupanya mereka sudah tau bahwa hari itu saya ingin berpamitan. Dan ternyata mereka sudah menyiapkan kado spesial lagi yang paling-paling ‘amazing’. Isinya adalah 3 kertas yang bertuliskan sama dengan warna yang berbeda-beda. Dibuat sendiri oleh Kusi, Rico, dan Rahma. Tulisannya begini “Ka Mela baik, cantik, lucu. Ka Mela aku sayang kamu. I love yu.”
Sore itu saya benar-benar tidak
bisa menahan air mata, mata saya berlinang. Entah apa yang ada dalam fikiran
mereka. Kepolosan mereka, tawanya, nakalnya, cerewetnya, saya ga nyangka mereka
bisa se-romantis itu, bisa kefikiran ngasih-ngasih kado semacam itu yang bisa
bikin saya bener-bener ga bisa lupa sama mereka. Ka Mela juga sayang kalian.
Jangan lupa belajar ya peri-peri kecilku. Aku merindukan kalian disini :’)




sama-sama...kita juga kangen ka mela disini :)
BalasHapusgw jg gk tau gimana rasanya ninggalin adik2 rumbel, padahal udah bentar lagi...harus cabut dari semarang
iyaaak kangen bengeet sama rumbel. pasti sedih banget ya mas ninggalin mereka :'(
BalasHapusmau gak mau hidup harus tetap berjalan.
melllaaaaaa :(
BalasHapusenraaa. aku kangen anak2 rumbeeeel :'(
BalasHapuskereeenn :)
BalasHapus