Lagi-lagi ingin menceritakan kisah indah dalam buku yang berjudul Elegi Cinta Maria. tapi yang sedang diceritakan disini bukanlah Maria, melainkan sepupu nya Yasmin. dan seorang pemuda yang mencintainya yaitu Saeef Abdo. Saeef adalah seorang pemuda yang tidak pernah absen menjadi barisan perang membela Islam bersama Rasulullah SAW. Semasa kecil ia pernah mencintai seorang perempuan bernama Shazia. tapi cinta nya kandas karena Shazia begitu lemah untuk menolak perintah ayahnya untuk menikahkan Shazia dengan lelaki lain. Selama hampir 16 tahun Shazia masih mengisi relung hati Saeef yang sepi.
Saat kedatangan Yasmin dari Mesir ke Madinah, Saeef merasakan ada getaran berbeda yang serupa dengan yang dialaminya terhadap Shazia. Ketika Saeef mulai yakin bahwa Yasmin adalah perempuan yang dikirimkan ALLAH untuknya, dia pun menyatakan keinginnya untuk menikahi Yasmin. Namun, Yasmin menolaknya. bukan karena Yasmin tidak mencintai Saeef. Yasmin sangat ingin menerima Saeef, tapi nasib memaksanya untuk menolak saat ini. karena sesuai dengan tujuan Yasmin ke Madinah adalah sebagai utusan Raja Muqauqis dari Mesir. dan dia harus kembali tinggal di Mesir setelah semua urusan selesai.
Betapa sulit dan lamanya penantian Saeef untuk mendapatkan perasaan yang seperti ini; setelah dia kehilangan kasih sayang orang tuanya, setelah dia kehilangan Shazia, setelah dia hampir menjadi lelaki tanpa keinginan untuk menikah.
Tetapi, itupun akan berlalu. saat-saat seperti itu akan berlalu. kelak Saeef Abdo akan lebih dapat menahan dirinya, menahan harapannya meski dia tak pernah membunuh keinginannya menikahi Yasmin. Dia akan bisa mengendalikan semuanya.
Namun saat ini, di sepanjang perjalanan, hal-hal seperti ini masih mengganngu Saeef; kepergian Yasmin, keterpurukan yang menjijikkan. sampai kemudian Saeef membayangkan wajah mulia Nabi yang bercahaya, yang mencondongkan tubuh kepadanya, dan berbisik dengan suara lembut dan bergetar,
Masih sedih engkau, Saeef? Kemari, Nak. Belum pernahkah engkau mendengarku membacakan kalimat semacam ini di hadapanmu?
Bahwa ALLAH berkata, barang siapa yang tidak mau menerima suratan nasib yang telah AKU Putuskan, tidak bersabar atas segala cobaan yang AKU Berikan, tidak mau berterima kasih atas apa yang AKU Anugerahkan, maka sembahlah Tuhan selain AKU.
Barang siapa yang susah karena urusan dunia - kau dengar? - maka sama saja ia marah kepada-KU. Dan barang siapa mengadukan musibah yang menimpa dirinya kepada manusia, bukan kepada-KU, maka ia sungguh-sungguh telah berkeluh kesah terhadap Ketentuan-KU.
Berhenti memikirkan Yasmin, Saeef melilitkan syalnya satu putaran lagi di lehernya. Saat itu musim dingin, Desember 628 Masehi.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar